Antara KEJAWEN, KLENIK dan SYIRIK

Berbicara tentang barang antik dan bertuah tak lepas dari klenik baik di jawa (kejawen) maupun di seluruh nusantara. yaitu orang islam yang masih terpengaruh oleh budaya lokal (jawa, kalimantan, sumatra, dst) yang berakar dari kepercayaan animisme dan dinamisme, atau para kaum primitif yang belum banyak tersentuh oleh kemajuan zaman dengan teknologi dan logikanya.

Masalah kejawen klenik serta ragam produk akulturasi budaya, hingga saat ini masih menjadi topik hangat dalam perdebatan sebagian umat islam hingga saat ini. Sebagian golongan dengan tegas menolak untuk meyakininya. Mereka berpendapat bahwa hal tersebut termasuk hal yang di larang Rasul serta dapat merusak aqidah. Bahkan ada yang berani menyatakan bahwa semua hal yang berkaitan dengan klenik adalah Syirik. Sementara itu sikap kontras ditunjukkan oleh sebagian golongan lainnya dengan memuji dan mengagung-agungkan keberadaan barang bertuah, bahkan sampai menyisihkan dan melupakan Tuhannya.

Terlepas dari itu semua, bagi kami benda-benda bertuah tersebut tak ubahnya seperti matahari yang diberi karunia oleh Allah. Sehingga dengan itu ia dapat menerangi bumi dan galaksi bimasakti secara umum. Ilmu pengetahuan mengabarkan bahwa dengan bantuan energy yang terpancar melalui sinar matahari tumbuhan di bumi dapat melakukan foto sintesa untuk keberlangsungan hidupnya. Air laut dapat menguap lalu menjadi gumpalan mendung sebelum ia turun menjadi hujan.  Begitupun halnya dengan lautan, bulan, bintang serta trilyunan ciptaan Nya yang lain, yang juga mendapat anugerah dan karunia berbeda. Seperti saat kita menggoreng maka kita butuh minyak karena memang inilah salah satu dari fungsi minyak.  Akan berbeda jika kita ingin membuat kopi, yang dibutuhkan adalah gula (ia diberi karunia rasa manis) sebagai pelengkap rasa dan begitulah seterusnya. Ceritanya akan jadi lain jika kita balik, menggoreng memakai gula dan menyeduh kopi dengan minyak.

Allah dengan kebesarannya telah menciptakan  dan memberi karunia kepada apa saja untuk dapat kita ambil faedahnya secara lahir dan bathin, yang tampak maupun gaib. Sebagaimana kita mengambil manfaat atas Pahitnya kopi, manisnya gula, minyak yang dapat digunakan menggoreng, serta semua fungsi yang melekat pada suatu benda berikut dengan kekuatannya. tetapi jangan lupa !!! itu semua hanyalah ciptaan. Seperti sebuah ungkapan berbahasa jawa yang menyatakan “ojo heran karo lautan, nek pasang teko ndi banyune trus nek surut nangndi banyune… tapi herano karo sing nggawe”. Jangan takjub pada lautan, jika pasang dari mana airnya datang, jika surut kemana airnya pergi…. Takjublah pada yang membuat. Inti dari ungkapan tersebut adalah untuk mengingatkan bahwa semua ini hanya ciptaan, dan semua ciptaan takkan terjadi tanpa Penciptanya.

Kita sama sekali tak akan bisa mengambil manfaat dan faedah dari sebuah benda tanpa ridla dari Pemilik / Pencipta dan Kuasa atasnya.  Pada suatu saat kita tak lagi bisa merasakan asinnya garam atau manis nya gula bahkan pedasnya cabe.  Secara bijak bisa kita artikan bahwa Allah mengurangi sedikit nikmatnya untuk mengingatkan kita atas kekuatan dan kuasanya, atau dengan kata lain kita sedang Sakit.

Maka dengan mengetahui berbagai ciptaannya yang tak terhitung dan luar biasa, selayaknya menjadikan kita semakin rajin dalam mencari ridla Nya, serta yakin kepada Allah beserta dengan kebesaran, kekuasaan dan keagungan Nya.

Demikian prakata dari pusakakuno.

Pos ini dipublikasikan di info kata kita dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Antara KEJAWEN, KLENIK dan SYIRIK

  1. kusdijanto berkata:

    saya terkesan sekali atas penjelasan yang dituliskan diatas, memang terkandang banyak sekali yang berprasangka macam macam bila kita punya barang bertuah sehingga membuat kita menjadi pusing sendiri. Mohon ijin Blok bapak saya tempelkan di website saya , sekali lagi saya mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s